Logo
images

SMK Islam Kota Blitar Gelar “Festival Pelajar Muslim” Untuk Pelajar SMP/Mts se-Karisidenan Kediri

Untuk memepringati ulang tahun SMK Islam Kota Blitar ke-50 tahun yang jatuh pada tanggal 1 Januari lalu, sekolah yang terletak di Jalan Musi Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar ini menggelar sejumlah agenda. Persiapannya sendiri sudah dilakukan sejak bulan Desember 2017 lalu. Terbaru, sekolah ini menggelar Festival Pelajar Muslim pada Minggu 21 Januari 2018. Agenda ini merupakan acara rutin dan tahun ini yang ketiga kalinya digelar. 

Drs. Haji Solihin, M.AP Kepala SMK Islam Kota Blitar saat dikunjungi di ruang kerjanya Selasa (23/01) menuturkan bahwa peserta “Festival Pelajar Muslim” berasal dari SMP/MTs se-karisidenan Kediri dengan jumlah lebih dari 500 siswa. Lomba terbagi dalam 2 kategori masing – masing akademik dan non-akademik. Untuk lomba akademik diantaranya olimpiade Matematika IPA (MIPA) dan olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara non-akademik diantaranya lomba Fashion Syar'I, Kaligrafi, MTQ dan Da'i Muda. Menurutnya peserta tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Juri berasal dari luar sekolah, karena untuk menjaga sportifitas dan obyektifitas penilaian. 

“Festival Pelajar Muslim ini sebenarnya yang ketiga, jadi tiap tahun pasti ada. Biasanya dalam rangka peringatan Maulid Nabi tapi tahun ini kebetulan pas bareng dengan ulang tahun ke-50 SMK Islam Kota Blitar. Banyak lomba kemarin. Acaranya satu hari selesai. Sekitar 500 lebih lah yang ikut. Tahun ini selain jumlah pesertanya lebih banyak, jumlah lombanya juga lebih banyak”, terang Solihin.

 Amanda peraih Juara 1 Lomba MTQ mengatakan sebelum mengikuti lomba ia hanya berlatih dalam 1 hari. Pada lomba itu ia membaca Surah Al – Maidah. Ia menceritakan saat menjalani proses latihan, ia mencoba menghafal lagu dan ayat yang akan dibaca jadi ketika lomba tidak banyak membaca. Sehingga dapat menambah konsentrasinya. Lomba MTQ sendiri diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari peserta putra dan putra putrid.

 “Kalau persiapannya itu cuma satu hari saja, dikasih sama pembinanya malam baru belajar sampe 10 malam. Pembinanya budhe sendiri, yang dibaca surah Al – Maidah. Aku baca tapi terus berlatih jadi lama – lama lagu sama ayatnya hafal. Saat lomba juga baca tapi banyak hafalnya jadi bisa lebih konsen”,  ungkap Amanda. 

Sementara itu, Farhan Mashur Juara 1 Olimpiade MIPA mengaku sebelum mengikuti lomba ia tidak banyak melakukan persiapan dan hanya belajar seperti biasa. Farhan sendiri mengaku sudah sering mengikuti lomba MIPA dan selalu menjadi juara. Lomba MIPA terdiri dalam 2 babak. Babak pertama jumlah soal 50 dengan waktu 2 jam. Sementara untuk babak kedua ada 25 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 1 jam.

 “Persiapan belajar seperti biasa tidak ada jam tambahan. Kadang ada yang bimbing kadang enggak. Sistem lomba pakek komputer jadi online. Setelah mengerjakan hasil ditahan di server kemudian dijadikan word terus dicetak. Babak pertama soalnya 50 waktunya 2 jam. Babak kedua soalnya 25 waktunya 1 jam setelah itu langsung pengumuman. Peserta yang ikut sekitar 50 anak”, terang Farhan.

 Amanda dan Farhan Mashur merupakan siswa MTs Negeri 1 Kota Blitar. Atas juara yang diraih masing – masing dari mereka mendapatkan tropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan masing – masing senilai 500 ribu rupiah.(vik)


TAG

Dipost Oleh PPID Pemkot Blitar

Administrator website PPID Pemkot Blitar

Tinggalkan Komentar