Logo
images

Produksi Kendang Djimbe Sentul Kota Blitar Turun Akibat Virus Corona

Blitar Kota - Virus corona yang merebak di China, berdampak terhadap menurunnya produksi kendang djimbe Sentul Kota Blitar.

Sugeng Hariyanto, salah satu pengrajin kendang djimbe Kelurahan Sentul Kota Blitar mengatakan, memasuki bulan Februari penurunan produksi kerajinan kendang sangat signifikan. Mengingat pesanan kendang djimbe paling banyak berasal dari Negara China. Isu penyebaran virus corona yang semakin center, membuat produksi kendang djimbe yang biasanya mencapai 400 buah perminggu, kini hanya 100 buah saja. Itu pun juga diikuti dengan turunnya jumlah pekerja aktif. Normalnya bisa mencapai 40 orang, kini hanya 15 sampai 20 orang saja untuk menghemat pengeluaran. Sugeng mengatakan, sebelum muncul isu virus corona, eksport kendang djimbe bisa dilakukan setiap minggu dengan kapasitas 3000 kendang djimbe per satu container.

Untuk menjaga pendapatan, Sugeng mengaku tetap melakukan produksi kerajinan kayu dengan jenis yang berbeda. Misalnya stempel, sendok madu, pentol, ujung tiang bendera, kendang jawa dan lain - lain. Pemasaran untuk jenis kerajinan ini hanya regional Surabaya, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan. Pihaknya juga masih memproduksi kendang djimbe dengan ukuran 20 sampai 30 cm.

“Saya kan memang basicnya membuat kerajinan dari kayu ya, jadi untuk mengakali ya memproduksi jenis lain seperti stempel, pentolan tiang bendera, itu dipasarkan untuk lokal saja, ” jelas Sugeng.

Sugeng tidak merinci berapa penurunan laba yang ia alami akibat merebaknya virus corona di China, namun yang jelas dampaknya cukup terasa bagi beberapa pengrajin kendang di Blitar. Sugeng menyebut terdapat 20 sampai 30 pengerajin kendang yang berasal dari Sentul, Santren, Kelurahan Tanggung, dan Kanigoro, Kabupaten Blitar. (Kir)


TAG , , ,

Dipost Oleh PPID Pemkot Blitar

Administrator website PPID Pemkot Blitar

Tinggalkan Komentar