Logo
images

Penyerahan Sertifikat 129 PTSL Kecamatan Kepanjenkidul

Blitar Kota - Sebanyak 129 Masyarakat Kecamatan Kepanjenkidul menerima sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Nasional Kota Blitar, di balai pertemuan kantor kelurahan Ngadirejo. Dari hasil penyisiran tahun 2020 ini, BPN Kota Blitar sudah menyelesaikan sebanyak 300 sertifikat tanah, yang sebagian dibagikan hari ini, Kamis (10/07/2020)

Pemkot Blitar berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan maksimal pada kepungurusan Sertifikat Tanah. Hal ini merujuk pada amanat Presiden Republik Indonesia  yang  menginstruksikan, Badan Petnahan Nasional (BPN) harus bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah dengan target yakni hingga  tahun 2025, semuanya sudah terselesaikan .

Pada pelaksanaannya, selama kegiatan penyisiran tidak semua tanah bisa disertifikatkan karena masih bermasalah, di antaranya tanah waris yang belum dibagikan, ukuran tanah yang dalam sengketa dengan tetangga, bahkan ada tanah yang bermasalah karena tanah sudah bersertifikat, akan tetapi sebagian dari bagian tanah tersebut disertifikatkan kembali.

Terkait dengan itu Badan Petanahan Nasional Kota  Blitar, sudah lakukan percepatan dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus sertifikat tanah mereka. BPN juga sudah menerjunkan tim yang  didampingi petugas kelurahan untuk melakukan penyisiran di kelurahan - kelurahan, bahkan dari pintu ke pintu, langsung menemui warga ,  untuk menanyakan kondisi tanah, dan mengarahkan untuk ikut proses sertifikat tanah dalam Program PTSL 2020.

Budi Doyo, Kepala BPN Kota Blitar mengatakan, dari hasil penyisiran tim BPN  tidak semua tanah bisa disertifikatkan, karena masih bermasalah di antaranya, tanah waris yang belum dibagikan, ukuran tanah yang dalam sengketa dengan tetangga, bahkan ada tanah yang bermasalah karena tanah sudah bersertifikat , akan tetapi , sebagian dari bagian tanah tersebut , di sertifikatkan kembali.

” seperti di sini juga ada yang belum selesai , contoh masalahnya seperti ini, misalnya bapak punya tanah seluas 1000, di sertifikat atas nama bapak , tetapi sebagian di berikan kepada anaknya seluar 200 meter, itu tidak boleh di ajukan,” kata Budi Doyo

Pemerintah Kota Blitar menyerahkan sertifikat PTSL secara simbolis oleh Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso M.Pd. Masyarakat merasa sangat terbantu dengan program PTSL ini , karena biayanya sangat ringan .

Nur Aini salah satu warga yang menerima sertifikat tanahnya mengaku gembira, karena setelah menunggu kurang lebih empat bulan , sertifikat atas nama orang tuanya , yang di pecah menjadi 2 nama anak anaknya , sudah jadi .

” Injih lego, terimakasih kepada pemerintah , kangge mempermudah pengurusan sertifikat meniko ,” Kata Aini (Sur)



Dipost Oleh PPID Pemkot Blitar

Administrator website PPID Pemkot Blitar

Tinggalkan Komentar