Logo
images

Dinas Kesehatan Kota Blitar Himbau Masyarakat Tidak Panik Membeli Masker

Blitar Kota - Persediaan masker di sejumlah apotik dan toko modern Kota Blitar semakin langkah. Merebaknya virus Corona di sejumlah negara, membuat masyarakat khawatir dan berupaya memproteksi diri dengan menggunakan masker. Apalagi di Indonesia, tepatnya di Jakarta telah ditemukan dua pasien positif Corona. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Blitar menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik membeli masker.

Didik Jumianto, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar meminta agar masyarat tidak panik dengan membeli masker berlebihan. Menurutnya, sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan, masker hanya diperutukan dan diutamakan bagi orang yang sakit. Bagi masyarakat yang sehat, tidak masalah jika tidak menggunakan masker. Untuk ketersediaan masker di tempat layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit, menurut Didik tidak ada masalah. Namun peruntukkannya hanya untuk pasien dan tenaga medis yang membutuhkan. Ia menyebut, Dinas Kesehatan tidak mungkin memfasilitsi masker untuk seluruh masyarakat Kota Blitar. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak panik berlebihan, namun tetap waspadai virus corona.

“Tidak perlu panik, kita sudah sering menghimbau kepada masyarakat. Kasian nanti yang benar-benar membutuhkan jadi kesulitan menemukan dipasaran karena yang sehat belinya berlebihan. Itu hanya untuk yang sakit saja, utamanya yang sakitnya menular,” kata Didik.

Sementara itu, Polres Blitar Kota juga ambil langkah untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat. Selasa 03 Maret 2020, jajaran Polres Blitar Kota melakukan pengecekan langsung di beberapa toko modern dan apotik di Kota Blitar. Hasilnya, sampai saat ini stok sembako masih aman, namun untuk ketersedian masker dan hand sanitizer atau sabun pencuci tangan mulai langka. AKP Ardi Purboyo, Kasatreskrim Polres Blitar Kota menegaskan, pengecekan yang dilakukan jajarannya juga sebagai upaya antisipasi penimbunan masker. Jika ditemukan ognum melakukan hal tersebut, akan ditindak tegas.

“Kami tanyakan ke apotek dan minimarket, dari distributor memang sudah tidak ada. Kalaupun ada harganya mahal. Dan kalau ada yang menimbun pasti kami proses hukum” jelas Ardi. (Kir)



Dipost Oleh PPID Pemkot Blitar

Administrator website PPID Pemkot Blitar

Tinggalkan Komentar